Sabtu, 26 April 2008

makanan Tradisional

Kita tentu sepakat, jika pangan (makanan dan minuman) merupakan sesuatu yang sangat vital bagi kehidupan manusia. Tanpa pangan, tidak mungkin ada keberlangsungan kehidupan bagi manusia. Bahkan Bung Karno (Presiden pertama Republik Indonesia) pernah menyatakan bahwa hidup matinya suatu bangsa ditentukan oleh ketahanan pangan negara tersebut.

Pemャbangunan ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama, baik pemerintah maupun masyarakat, yang dimulai dari tingkat rumah tangga, regional kemudian nasional. Untuk mewujudkan ketahanan pangan tersebut, salah satu upaya yang dilakukan adalah melaksanakan penganekaragaman pangan menuju konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang dan aman, serta menggali dan mengembangkan sumber-sumber pangan lokal yang ada.

Pangan tradisional mempunyai peranan strategis dalam upaya pengembangan penganekaragaman pangan di daerah untuk mendukung ketahanan pangan, karena bahan baku pangan tradisional tersedia secara spesifik lokasi. Pangan tradisional merupakan produk bercitarasa budaya tinggi yang berupa perpaduan antara kreasi mengolah hasil sumber daya lokal dengan selera berbumbu adat istiadat dan telah diwariskan secara turun temurun. Dengan demikian, pangan tradisional dapat dijadikan sarana untuk mewujudkan penganekaragaman pangan dalam memantapkan ketahanan pangan nasional. Pangan tradisional harus bisa menjadi 'tameng' untuk mengantisipasi adanya pergeseran lempeng pengaruh urbanisasi, globalisasi, industrialisasi, promosi dan menyeret masyarakat cenderung menyukai makanan impor dan/atau makanan siap santap.

Tidak ada komentar: